Pendidikan adalah Proses
menghantar anak dari ketidaktahuan menuju sebuah pemahaman akan hidup dan
nilai-nilai kehidupan. Proses menghantar adalah seni menawarkan anak-anak
tentang aneka pilihan hidup dengan nilai-nilai kehidupan. Pendidikan adalah proses membangkitkan dan
mewujudkan mimpi.
Muatan lokal merupakan
jembatan strategis untuk
menterjemahkan arah dan mimpi anak-anak
dalam meretas masa depan mereka. Melalui
managemen muatan lokal yang
terintegrasi dan sinergis, anak-anak belajar memahami tentang siap
dirinya dalam konteks sosial budaya lokal, potensi-potensi
lokal yang darinya dapat ia kembangkan
menjadi sebuah media pembelajaran
untuk keterlibatannya dalam tata kelola pemerintahan dan kemasyarakatan.
Dalam bahasa H.A. R Tilaar disebut sebagai
civil society atau masyarakat madani. Dikatakan bahwa “ suatu masyarakat madani adalah suatu
masyarakat di mana setiap anggotanya adalah manusia yang bebas dari ketakuatan,
bebas berekspresi, bebas untuk menentukan arah kehidupannya di dalam wadah
persatuan dan kesatuan sosial” ( H. A. Tilaar. Beberapa Agenda Reformasi
Pendidikan Nasional.1998, hal.25). dan ini hanya dapat dicapai melalui
pendidikan.
Lembaga Pendidikan SMPK Ilebura
sebagai warisan dari tokoh Pendidik,
Almarhum Pater Lamen Uran, SVD telah membuktikan
dirinya dalam hitungan sejarah sebagai lembaga pendidik yang menyumbang
kemajuan masyarakat, bangsa dan negara bahkan juga bagi dunia dalam sosok Pater
Markus Solo Kewuta, SVD, Penasehat Teologi Sri Paus. SMPK Ilebura dalah potret kekuatan Masyarakat
Madani, yang bergerak dalam keterbatasan sebagaimana spirit kaul kemiskinan,
terus belajar memberi yang terbaik bagi masyarakat, bangsa dan Gereja. Sejarah
perjalanan Lembaga ini semestinya dipotret lebih luas bagi pemangku kebijakan
untuk menaruh perhatian lebih agar lembaga ini terus bertumbuh dalam segala
aspek demi kemajuan pembangunan Bangsa, Gereja dan Lewotana.
Untuk itu, pendekatan penguatan
muatan lokal di lembaga ini merupakan sebuah keterpanggilan untuk menjawab
sasaran pembangunan menuju masyarakat
madani yang mandiri.
Mulok Terintegrasi- Sebuah Keterpanggilan.
Upaya mewujudkan kualitas
pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah tetapi merupakan keterpanggilan
konstruktif semua pihak untuk berkiprah
dengan caranya masing-masing. Menyadari pentingnya peningkatan mutu kualitas
pendidikan sebagai modal bagi
pembangunan di desa, Pemerintahan Desa Birawan – Kecamatan Ilebura melalui
wadah Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan ) Orin Bele menggagas sebuah program
inisiatif pada tahun anggaran 2015 yakni
Mulok Terintegrasi. Program ini adalah kerjasama antara Pemerintahan Desa
Birawan dengan SMPK Ilebura. Dua Kegiatan terintegrasi yakni di bidang
pengembangan budaya dan Pengembangan Keterampilan. Untuk pengembangan budaya,
program ini melibatkan juga SDK Lewotobi dan Lewouran. Tema Kegiatan yang
diangkat dalam Teater berjudul “ Birawan
Menuju Swasembada Pangan” pada tanggal 14 Agustus 2015 di halaman Lapangan Bola
Kaki Lewotobi.Teater dibawakan oleh siswa- siswi SMPK Ilebura dan didukung
dengan tarian kolosal yakni tarian memetik hasil ladang oleh SDK Lewotobi dan
Tarian “Raja Sina” oleh SDK Lewouran.
Tarian Raja Sine melukiskan tentang proses
menumbuk padi menjadi beras.
Untuk pengembangan keterampilan,
dua kegiatan yang dikembangkan adalah Pelatihan Pembuatan Alat Kacip Mente (
teknologi tepat guna) dan budidaya ternak yakni ternak babi. Fasilitator TTG
Kacip mente adalah Vinsensius Todo Muda, masyarakat Birawan. Beliau secara
otodidak belajar membuat alat kacip mente dan hasilnya sangat menggagumkan.
Dari hasil pelatihan ini, para siswa telah berhasil membuat delapan alat kacip
mente yang telah siap untuk disewa-pakai
oleh para petani. Selain itu para siswa juga telah mahir dalam membelah mente
gelondongan menjadi kacang mente dengan rata-rata hasilnya adalah bulat utuh.
Sedangkan kegiatan budidaya ternak, fasiltator dari Balai Penyuluhan Pertanian,
Peternakan dan Kehutanan ( BP3K ) Kecamatan Ilebura.
Sumber dana kegiatan ini dana
Desa yang masukan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Pos dana
ini dialokasikan dalam Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana amanat Peraturan
Mentri Desa Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi no 5 tahun 2015.
Program Mulok Terintegrasi- sebuah Ruang Revolusi
Mental.
Landasan Filosofi UU Desa No 6 tahun 2014
menegaskan entitas desa, sebagai wadah kesatuan masyarakat dengan segala
kekayaan social budaya yang diakui dan dihormati dalam sisitim ketatanegaraan
Republik Indonesia. Asas Rekognisi dan Subsidiaritas dari sekian asas menjadi
dasar bagaimana Desa diberi ruang dan pengakuan untuk mengembangkan dirinya
sebagai garda terdepan dalam pembangunan sekaligus sebagai subjek dari
pembangunan tersebut. Landasan Filosofi ini, Kajian tentang mulok dan peran
Yayasan serta dinas-dinas terkait diulas dalam kegiatan Seminar peluncuran Program
Mulok Terintegrasi yang bertempat di halaman SMPK Ilebura pada tanggal 05
September 2015. Kegiatan ini
dihadiri oleh para kepala Desa, BPD, Toga, Tomas dan pewakilan orang tua/wali
murid sekecamatan Ilebura
Kegiatan Peluncuran Program Mulok
Terintegrasi diisi dengan seminar yang hadiri para narasumber dari Yayasan
Persekelohanan Umat Katolik Larantuka ( Yapersuktim) yang diwakili oleh Pastor Paroki
St. Yosep Lewotobi, RM.Marsel Lamuri. PR dengan tema Materi : Peran Gereja dan Yayasan. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO),
Bapak Karolus Tukan “Regulasi Mulok.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bapak Yosef A. Hurint, ST “Penerapan
Teknologi Tepat Guna”. Badan
Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Ibu Asri Lukman “Peran Gapoktan”. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan
Desa (BPMPD) Kabupaten Flores Timur, Yordanus
Hugu Daton. S.H, MH “Peran Pemerintahan
Desa dalam Pembangunan yang Terintegrasi”.
Moderator Seminar Bapak
Silvester Theodorus, Kepala BP3K Kecamatan Ilebura.
Rm. Marsel Lamuri menegaskan bahwa
Gereja dan Yayasan juga harus mampu melalukan otokritik terhadap perannya
selama ini bagi sekolah-sekolah katolik termasuk SMPK Ilebura. Menurut Rm.
Marsel, dulu pendidikan adalah media
pewartaan dan dalam konteks sekarang sebagai media pendewasaan iman. Untuk itu
proses revitalisasi dan restrukturisasi pengelolaan lembaga menjadi sebuah keharusan
termasuk menata kembali Visi dan Misi
sekolah. Beliau mengajak untuk melakukan tiga hal yakni 3 S : Sekarang,
Sama-sama dan sedikit demi sedikit. Satu hal yang beliau janjikan adalah
permintaan untuk adanya pastor pembantu sehingga beliau dapat berkosentrasi
dalam pembenahan SMPK Ilebura.
Peran yayasan pun kembali disorot oleh
Bapak Karolus Tukan dari dinas PPO. Sebagai pengawas SMPK Ilebura, beliau
menginstruksikan agar laporan bulanan SMPK Ilebura harus ada tembusan ke
Yayasan terdekat yakni Pastor Paroki. Dalam kaitan Mulok, beliau mendorong agar
sekolah mulai merancang modul mulok karena mulok dikembalikan ke
sekolah-sekolah untuk dikembangkan sesuai dengan potensi yang ada di wilayah.
Sedangkan dari Disprindag, Bapak Yosef menegaskan bahwa melalui mulok, wawasan
anak-anak tentang Pentingnya Teknologi Tepat Guna dalam mengembangkan usaha
dapat dikembangkan secara terarah. Dari sisi Badan Ketahanan Pangan dan
Penyuluhan Ibu Asri Lukman mendorong
agar mulok juga dikembangkan pada bidang holtikultural seperti menanam sayuran
di polibag. Dan untuk peran Gapoktan, satu di antaranya adalah bagaimana
mendorong dan menciptakan ruang untuk diskusi tentang ketahanan pangan
sebagaimana kegiatan peluncuran program ini.
Dalam Sesi dari BPMPD, Yordanus Hugu
Daton. S.H, MH memberikan apresiasi dan
penegasan bahwa Desa harus mampu menterjemahkan spirit subsidiaritas dari UU
Desa No 6 tahun 2014. Program Mulok terintegrasi adalah langkah awal bagaimana
desa membangun dirinya sebagai sebuah
entitas sosial, budaya, pendidikan dan ekonomi. Upaya membangun design entitas
desa yang terintegrasi yang harus tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangkah
Menengah untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat termasuk lembaga pendidikan seperti
pendekatan mulok. Program mulok terintegrasi adalah strategi desa
dalam menterjemahkan makna Kewenangan
Desa berskala lokal sebagimana tercantum dalam UU Desa No 6 Tahun 2014 Bab IV.
Peluncuran Program Mulok terintegrasi
menegaskan bahwa kualitas pendidikan harus berbasiskan potensi wilayah. Keberhasilan
mengembangkan potensi wilayah hanya bisa dilakukan ketika dunia kesadaran
bernama Sekolah menjadi sarana yang menarik untuk anak-anak belajar.
Pemerintahan Desa Birawan sebagai desa yang menjuarai lomba desa tingkat
Provinsi NTT tahun 2015 dengan peringkat No 2 telah menegaskan keberpihakan dan
keterpanggilan masyarakat dan pemerintah sekaligus umat Gereja, persekutuan perutusan
dalam mewujudkan kualitas pendidikan dengan cara 3 S : Sekarang, Sama-sama dan
sedikti demi sedikit.
URAN,
Fabianus Boli, S.Ikom
Sekretaris
Gapoktan Orin Bele
Pengagas
dan penyusun Konsep Paper Mulok Terintegrasi. Pemerhati dunia
Pendidikan, sosial dan budaya.
| Vinsensius Todo Muda (pegang Mike) fasilitator TTG Kacip Mente. Sedang memberikan penjelasan ttg alat kacip mente. |
| siswa SMPK Ilebura memperagakan kacip mente disaksikan pastor paroki, dan para nara sumber lainnya |