MEMAKNAI PEMILU 2019 SEBAGAI GEBIAH WAJA PESTA DEMOKRASI
( Refleksi Pemilu 2019 dalam Perspektif Budaya
Lamaholot Kabupaten Flores Timur)
Keseluruhan Proses dan Tahapan Pemilihan Umum
telah dirangkai oleh KPU Flores Timur
dalam Spirit KPU Melayani. Keterpanggilan melayani masyarakat untuk menggunakan
Hak Konstitusi telah memateraikan pencapaian yakni Flores Timur dapat
menyelenggarakan Pemilihan Umum Tanpa Pemungutan Suara Ulang sebagaimana Slogan
yang terus digaungkan selama masa- masa persiapan menuju hari Pemungutan
suara. Di tengah tantangan tradisi
keagamaan Semana Santa dan Pesta
Demokrasi, KPU Flores Timur bersama seluruh elemen masyarakat di Kabupaten
Flores Timur mampu dan berhasilkan menterjemahkan tradisi dan tugas Negara
dengan baik, aman dan sukses.
Istilah Pesta Demokrasi pertama kali diucapkan
oleh Presiden Soeharto pada kegiatan
Pembukaan Rapat Gubernur / Bupati/ Walikota se Indonesia pada tanggal 23
Februari 1981 di Jakarta. Beliau
menegaskan bahwa, Pemilu harus dirasakan
sebagai pesta poranya demokrasi, sebagai penggunaan hak demokrasi yang
bertanggungjawab dan sama sekali tidak berubah menjadi sesuatu yang menegangkan
dan mencekam.
Ungkapan bahwa Pemilu 2019 sebagai Pesta Demokrasi pun diucapkan oleh
Presiden Jokowi dalam Pidato Kenegaraan, 16 Agustus 2018. Beliau menegaskan
bahwa rakyat menyambut pesta demokrasi itu dengan kegembiraan, dengan
antusiasme yang tinggi serta kedewasaan politik yang matang.
Pemilu 2019 sebagai sebuah Pesta tepatnya Pesta
Demokrasi dapat terlaksana jika semua
pihak terlibat aktif dan dengan kesadaran penuh menyiapakan Meja perjamuan
Pesta Demokrasi serta para tamu undangan, peserta kontestan pemilu dalam
kelayakan menghadiri perjamua Pesta tersebut. Memahami Pemilu 2019 sebagai
Pesta, Penulis mencoba menghadirkan sebuah media budaya sebagai refleksi tentang Pemilu 2019 di tingkat
Kabupaten Flores Timur dalam Tradisi Pesta Lamaholot yang disebut dengan Gebia Waja.
Gebia adalah tempat siri pinang, Waja berarti menyuguhkan. Gebia Waja adalah sebuah proses
menyuguhkan undangan. Dalam Tradisi Pesta Pernikahan di Lamaholot, tuan pesta
mengundang keluarga, masyarakat umum dengan membawakan Gebia Waja dari rumah ke rumah. Untuk membawakan Gebia Waja, dilalui dengan
ritus Tula Gebia, sebuah proses
menjadikan wadah tersebut sacral dan kudus sebagai tempat menaruh
pesan. Saat membawakan Gebia Waja, pembawa pesan menyampaikan
pesan- pesan dari tuan pesta, seperti tanggal pernikahan adat, pemberkatan
Nikah di Gereja, Resepsi juga undangan untuk bersama- sama bekerja menyiapkan
pesta seperti membuat tenda pesta.
Gebia Waja juga
sebagai symbol penerimaan tamu yang datang dari jauh. Dengan menyentuh Gebia, tamu diterima dan dilindungi,
menjadi keluarga dari keluarga, masyarakat yang dikunjungi. Ketika ada konflik,
setelah proses penyelesaian, dilanjutkan dengan ritus makan Sirih Pinang di Gebia yang disebut Tito Gebia Waja ( Tito : menyentuh ). Tito Gebia Waja dilakukan sebelum dimulai sebuah pekerjaan, seperti
membangun fondasi rumah atau pelaksanaan ritual adat lainnya. Intinya dengan
menyentuh Gebia Waja, semua orang
yang terlibat bersatu hati, komitmen untuk bersama sama membangun, mensukseskan
sebuah pekerjaan.
Bagi
penulis, Pemilihan Umum 2019 adalah sebuah Pesta Budaya, tempat Ribu Ratu ( masyarakat ) memilih Ata
Dike ( orang dengan Budi Baik ) yang dipercayakan untuk membawakan Koda Pulo Kiri Lema ( bahasa Sastra :
Pesan, Mandat ). Ata Dike dalam perspektif Orang Lamaholot ( masyarakat di Kabupaten Flores Timur dan Lemabata ) adalah orang-
orang pilihan yang telah melewati proses dan pada akhirnya terpilih untuk
membawakan, menyuarahkan suara, harapan- harapan masyarakat untuk membangun
Kabupaten Flores Timur, Bumi Lamaholot yang lebih baik.
Gebia
Waja adalah Sarana yang digunakan untuk mengundang masyarakat terlibat dalam
sebuah kegiatan Pesta. Di dalam Gebia
waja yang dibawakan oleh para utusan, dititipkan siri dan pinang serta koda kiri, pesan. Dengan menyentuh Gebia, penerima pesan dipanggil untuk
terlibat, melibatkan keseluruhan diri, jiwa dan raga. KPU Flores Timur sebagai
pembawa Pesan Konstitusi Demokrasi, bersama seluruh jajarannya, PPK, PPS,
Sekretariat PPK, PPS, KPPS, PAM TPS, melalui keseluruhan tahapan Pelaksanaan
Pemilihan Umum 2019 telah menghadirkan Gebia
waja di tengah – tengah masyarakat Flores Timur, di tengah tengah kontestan
Pemilu.
Melalui Gebia
Waja Pesta Demokrasi, sejarah Pemilihan Umum serentak pertama kali
disajikan di atas meja perjamuan dengan berbagai jenis pilihan. KPU Flores Timur sebagai Implementor
Regulasi, bersama seluruh jajarannya, PPK, PPS dan KPPS berjuang dalam
keterbatasan menjadi Penatalayan Pesta Demokrasi. Menjadi Penata, yang
memastikan keseluruhan tahapan berproses, berjalan sesuai regulasi. Memastikan
masyarakat yang telah memenuhi kriteria sebagai pemilih dapat terdaftar dalam
Daftar Pemilih Tetap, atau sebagai Pemilih Kategori Daftar Pemilih Tambahan (
DPTb ) atau Dalam Daftar Pemilih Khusus,
memastikan kelengkapan dokumen-dokumen para calon DPRD Kabupaten telah sesuai
dengan kriteria dan tuntutan regulasi, memastikan Logistik Pemilu siap dan telah diterima KPPS
pagi hari sebelum pemungutan suara dimulai.
Jawaban
atas Gebia Waja, symbol kesakralan
suara, kemurnian hati dan jiwa, tanggal 17 April masyarakat pagi – pagi
bergegas menuju TPS untuk menitipkan Koda
Pulo Kiri Lema, menaruh harapan pada Ata
Dike yang mereka percayakan untuk meneruskan dan mewujudkan harapan ,
impian mereka. Dalam semangat KPU Melayani, KPPS di seluruh Pelosok TPS, 689 TPS menjadi
Saksi dan pelaku Sejarah, menjadi Pelayan untuk memastikan Pesta Demokrasi hari
itu berjalan aman, memastikan bahwa setiap undangan Gebia Waja dapat menitipkan pesan mereka di bilik- bilik suara,
dalam kerahasiaan abadi. Di tengah hiruk pikuk keruwetan pemilihan umum, pihak
keamanan, TNI-Polri setia menjadi Pelayan yang hadir memberikan rasa aman bagi
penyelenggara dan masyarakat. Di wilayah
– wilayah yang menyebakan proses Pleno tingkat Kabupaten tidak berjalan lancar,
mereka masih setia, menahan kerinduan kembali menyapa keluarga yang selalu
merindukan mereka, anak yang rindu cerita sang ayah, istri yang rindu
mendengarkan suka duka selama bertugas.
Mereka yang bertugas di gudang Logistik siap siaga setiap detik,
memastikan Gudang Logistik aman. Yang
bertugas di Kantor KPU memastikan keamanan seluruh Komisioner dan staff,
memastikan aktivitas di Kantor berjalan dalam suasan aman. Mereka memastikan Proses Distribusi Logistik
ke TPS dan kembali ke Gudang Logistik tanpa hambatan, memastikan keseluruhan
Logistik aman. TNI- Polri adalah bagian dari Pelayan Demokrasi. Setelah Proses
perhitungan Suara berita tentang hasil di setiap TPS segerah dikirim ke Team
Situng di Kabupaten agar segerah mengungah hasil ke Aplikasi Situng, sehingga
publik pun dapat mendapatkan informasi perkembangan hasil pemilu.
Pihak Kantor Pos Larantuka berjuang memastikan
sebagai Rekanan KPU yang terpercaya dalam mendistribusikan logistic. Pihak PLN
Cabang Larantuka memastikan Lampu tetap menyala. Bahwa ada pemadaman tiba –
tiba, dengan cepat mereka berjuang mengatasi dan lampu kembali menyala. Pihak
Pemerintah Kabupaten Flores Timur memastikan seluruh perangkat Desa, ASN terlibat
untuk mensukseskan Pemilihan Umum. Para Tokoh Agama melalui Mibar Agama,
melalui Surat Kegembalaan menyeruhkan agar umat terlibat aktif dalam
menggunakan Hak Konstitusi sesuai Nurani. Bawaslu Flores Timur bersama
jajarannya hadir sebagai sahabat yang memastikan saudaranya tidak jatuh dalam
perbuatan yang melanggar regulasi pungut hitung dan rekapitulasi, memastikan
para penyelenggara setia pada kode etik sebagai penyelenggara. Para petugas
Kesehatan, dokter, Perawat, Bidan sigap melayani penyelenggara yang sakit. Para
Kepala Desa yang memfasilitasi para PPS menggunakan aula Kantor Desa sebagai
Gudang Logistik Pemilu, sebagai sekretariat PPS. Para Camat bersama seluruh
jajarannya yang memfasiltasi PPK dalam menjalankan tugas mereka sebagai
penyelenggara.
Semua Pihak dengan caranya masing-masing telah
menuturkan kisah dengan bahasa berbeda, telah memainkan peran dengan alur
narasi yang berbeda, dan semuaya itu tersatukan dalam semangat persatuan, dalam
Satu Gebia Pemilu 2019 di Bumi Lamaholot Kabupaten Flores Timur.
Berdasarkan
Keputusan MK nomor 245-06-19/PHPU.DPR-DPRD/XVII/2019
tanggal 6 Agustus 2019, KPU Flores Timur pada tanggal 10 Agustus,
bertempat di Aula OMK St. Cecilia
Larantuka KPU Flores Timur menyelenggarakan Rapat Pleno Penetapan Perolehan
Kursi dan Calon Terpilih DPRD Kabupaten Flores Timur.
Para
Peserta Rapat Pleno Terbuka Penetapan Perolehan Kursi dan Penetapan Calon
Terpilih disambut dengan Tarian Kepe Wayan dari Sanggar Tari
Nulu Nuda SMA Yohanes Paulus
Waibalun. Ketika para Tamu peserta Rapat Pleno, tamu undangan disapa dengan
Siri Pinang yang ditaruh di dalam Gebia
ada pesan tersajikan bahwa Perhelatan Demokrasi telah usai. Perbedaan pilihan
adalah warna warni Demokrasi. Ada yang kalah, ada yang menang, semuanya menjadi
satu, bersatu dalam membangun Lewotana, Kabupaten Flores Timur.

Gebia
Waja adalah spirit tradisi budaya dalam mengundang masyarakat, menerima yang
berbeda menjadi keluarga, memahami perbedaan, perselisihan sebagai dinamika
kehidupan yang harus dimateriakan dalam semangat perdamaian, persatuan sebagai Ata Dike ( Orang baik ). Dengan
menyentuh Gebia Waja, setiap orang
terpanggil untuk hadir dan terlibat penuh dalam keseluruan proses Pemilu,
Proses memilih Pemimpin, wakil rakyat. Sebagaimana Kesakralan dari Gebia Waja proses menterjemahkan makna Gebia Waja, sebuah symbol, melalui
Pemilu sebagaimana Prinsip Pemilu, Langsung Umum, Bebas, Rahasia, kesakralan Koda Kiri yang dititip hendaknya terus memotivasi semua pihak baik para peserta kontestan
Pemilu, para penyelenggara Pemilu dan masyarakat untuk bersama- sama dengan tugas dan peran masing-masing membangun
Peradaban Kemanusiaan, Ata Dike
Lamaholot- Flores Timur.
Melalu Gebia
Waja, KPU Flores Timur menterjemahkan eksistensinya sebagai Penatalayan
Demokrasi, Pelayan dan Penata Perjamuan.
Melalui
keseluruah proses dan tahapan, setiap pihak dengan caranya telah
membantu KPU Flores Timur untuk terus belajar menjadi Penatalayan Demokrasi
yang semakin baik. Melalui Gebia Waja,
masyarakat menitipkan Koda Kiri Pulo Lema,
melalui Gebia Waja, Konstestan Pemilu
berjuang menterjemahkan kesakralan Gebia
waja tersebut.
Larantuka, September 2019
URAN, Fabianus Boli
Komisioner KPU Kabupaten Flores Timur
Beberapa Sumber Tentang Pemilu sebagai Pesta
Demokrasi :