Desa Birawan, Kecamatan Ilebura Kabupaten Flores Timur sedang bergeliat mengekspresikan dirinya menuju Desa Mandiri.
Perjalanan tata kelola desa ini adalah seni merangkai penuturan warisan sosial budaya dan kemelekan atas perkembangan jaman. Perubahaan terus terjadi dan setiap insan peradaban kemanusiaan dan budaya dipanggil untuk mengekspresikan dirinya dalam totalitas kesatuan Sosial Budaya.
Gapoktan ( gabungan Kelompok Tani ) Orin Bele Desa Birawan hadir sebagai bagian dari ketepangglan ini. Di awal perjalanannya, pada edisi awal Blog ini, kami menurunkan artikel tentang makna Gapoktan Orin Bele. Tulisan ini adalah hasil refleksi dari Dewan Penasehat Gapoktan Birawan, Paulus Senggo Hokeng, S. Fil.
Selamat membaca.
ORIN BELE SIMBOLISASI
KEKUATAN
SWASEMBADA
PANGAN
Orin
adalah rumah kecil dengan bentuk khusus tempat menyimpan semua hasil
tanaman dari ladang atau kebun para petani. Hasil ladang
itu bisa berupa padi, jagung, kacang-kacangan sorgun, jewawut, dan jenis
singkong yang telah diolah menjadi gaplek. Umumnya Orin selalu dibuat dalam
bentuk rumah panggung dengan tangganya yang terbuat dari bambu bulat. Sebagaimana
belahan bambu mampu mengahantar air dari
ketinggian sumber air ke dataran kering untuk memberikan kehidupan,
demikian bambu bulat menjadi tangga cinta yang menghantar dan membawa manusia
kepada kehidupan. Melalui tangga para petani mengantar hasil olah tanahnya
untuk disimpan dalam Orin dan melalui tangga yang sama para petani membawa
hasil tanamannya untuk memberikan kehidupan baik untuk anggota keluarga dan
juga untuk kebutuhan lain yang lebih bernuansa sosial budaya.
Bahan
dasar untuk mendirikan Orin biasa diambil dari jenis kayu lokal yang kuat dan
keras seperti Kukung, Kepapa Kenila dan Kena’a. Jenis kayu keras ini simbol kekuatan seorang beriman dalam
pengharapan serta keteguhan komitmen insan budaya dalam menunda dan
mempertahankan hidupnya dan hidup sesamanya. Tiang-tiangnya dipahat dengan
ukiran yang indah, memperlihatkan tentang betapa kayanya kreativitas
seni yang otentik dari masyarakat. Ukiran indah yang dipahat pada kayu keras
sesungguhnya mengejahwantahkan bahwa masyarakat
bangga dengan menjadi petani. Seni
menjadi unsur penting yang menciptakan keceriaan dan kedamaian dalam
kerja sebagai petani dan hidup sebagai petani. Dindingnya terbuat dari bambu
dan atapnya dari alang-alang. Bambu dan alang-alang simbol kesejukan yang
menjanjikan kehidupan. Ini sebuah gambaran tetap dari cinta yang mengalir untuk
memberikan kehidupan dan kebahagiaan
bagi semua yang mendapat jamahan dan sentuhan. Bentuk Orin dengan bubungan kecil sehingga atapnya berbentuk huruf V terbalik menampilkan gambar segi tiga pada
masing-masing sisi. Gambaran ini melambangkan kekuatan cinta yang menghidupkan. Melihat Orin berarti ada
harapan hidup. Membangun Orin sesungguhnya berarti ada niat untuk hidup secara
bermartabat dan perlahan mematikan
budaya menanti sumbangan.
Bele
lebih dimaknai sebagai sumber kesanggupan dan kekayaan utama. Bele sebagai
sebuah potensi bisa dipahami secara ganda tetapi memiliki relasi timbalbalik yang
bersifat mutualisme. Pada satu pihak Bele menjadi sumber kesanggupan dan kekayaan
yang memungkinkan munculnya kesanggupan
dan kekayaan baru yang lain. Di pihak lain, kesanggupan dan kekayaan baru yang
kecil yang potensial bila dipadukan dalam satu semangat berkolaborasi akan
menjadi satu kekuatan utama yang handal. Dalam konteks kehidupan bersama dalam
masyarakat sebagai sebuah komunitas, mesti ada sumber kekuatan dan kekayaan utama
selain sumber kekuatan dan kekayaan perorangan. Dan sebagai petani kekuatan
utama dalam membangun swasembada pangan adalah hasil pertanian.
Untuk
konteks pemberdayaan, Bele juga merupakan sebuah motivasi dan harapan. Poktan dan
Gapoktan harus dari waktu ke waktu menjadi lebih besar dan lebih bervariatif
dalam memperdayakan masyarakat petanian
serta membangun kemitraan dengan semua pihak termasuk lembaga pendidikan dan kaum muda. Gapoktan diharapkan akan menjadi wadah yang berkualitas
yang membuat petani yang tergabung dalam Poktan menjadi sungguh-sungguh petani
sepanjang tahun dan bukan petani musiman. Melalui wadah ini petani akan
termotivasi untuk membangun hidup keluarga dan menyiapkan masa depan anak secara lebih
bertanggung jawab. Selanjutnya Gapoktan pada masa mendatang harus juga mampu
menciptakan ruang bagi kelompok Muda-Remaja untuk berwirusaha dan menjadi
generasi mandiri.
Bertolak
dari pemahaman di atas Orin Bele memiliki makna filosofi yang sangat istimewah
yakni Simbol Kekuatan Swasembada Pangan. Orin Bele menjadi Sumber Utama Yang
Menghidupkan dan menjawabi semua kebutuhan
masyarakat budaya dan masyarakat beriman. Isi Orin Bele akan menjawabi
kebutuhan masyarakat dalam banyak bidang, seperti ekonomi, agama, pendidikan,
kesehatan, dan sosial budaya.
Desa
Birawan sebagai satu komunitas budaya memiliki dalam dirinya sekian banyak
kekuatan kecil yang bisa memungkinkan setiap orang atau kelompok mensiasati
strategi menunda kekalahan dalam banyak aspek kehidupan. Kekuatan-kekatan kecil
(Poktan)yang bersifat vital ini kemudian dipadukan menjadi satu kekuatan utama yang
lebih besar yakni Gapoktan. Gapoktan Desa Birawan yang merupakan perpaduan dari
dua belas poktan ini diharapkan kedepan menjadi Sumber Utama yang menjawabi
sekian banyak kebutuhan masyarakat yang berkecimpung di Desa Birawan.
** Paulus
Senggo Hokeng, S.Fil
Dewan Penasehat Gapoktan Orin Bele
Tidak ada komentar:
Posting Komentar