Jumat, 19 Juni 2015

ILEBURA BERGELIAT DALAM TARIAN PETANI



Petani, sosok sentral dalam pentas kehidupan. Darinya segala kebutuhan makanan mengalir menghidupi dan menguatkan setiap orang dengan aneka panggilan hidup, harapan, kegelisaan.
Panggilan hidupnya mengisahkan harapan, kegelisaan, kegetiran nilai-nilai kemanusiaan. Potret kehidupan petani seharusnya melukiskan apakah pembangunan itu sudah berdampak pemberdayaan kemanusiaan atau belum.
Petani, apakah diperhatikan atau tidak dia tetap berkarya. Apakah musim hujan menggenapi kebutuhan selama musim tanam atau mengancam tanaman-tanaman tidak menyurutkan langkahnya menuju ladang. Apakah hasil panen cukup atau tidak tidak pernah membuat ia berhenti mengusap tetesan keringat di tengah ladang. Apakah tanaman terkena hama penyakit tidak pernah menyurutkan langkahnya menyapa setiap batang pohon tanaman. Apakah hasil pertaniannya dihargai layak atau tidak ia tetap menjual hasilnya.
Petani terus bergeliat mengekspresikan diri dan panggilannya sebagai Co- Creator Dei ( Rekan Kerja Allah ). Dalam spiritualitas ini seorang petani terus berpegang teguh pada  Tuhan yang ia imani.

Spritualitas yang Mentransformasi.
Keteguhan Iman, Harapan seorang petani juga merupakan sebuah tatanan warisan sosial budaya yang terus dibingkai dalam Terang Kasih. Namun spiritualitas ini harus diperbaharui dalam kekinian sebagai sebuah bentuk pertagungjawaban atas iman tersebut. Pertanyaan mendasar, siapa yang memulai proses transformasi tersebut.?

Petani adalah pelaku transformasi dengan caranya dan dalam kapasitas keterbatasannya. Dari keterbatasan para petani dapat mengubah dunia dengan cara-cara sederhana. Mereka dapat mempengaruhi para pedagang, para sarjana, juga pemerintah sebagai pemangku kebijakan bagi para petani meskipun masih ada kebijakan “menjual petani” demi kepentingan jabatan.

Pemasaran Bersama (PB)
Pemasaran Bersama yang digagas Delegatus Sosial (Delsos) Keuskupan Larantuka dan selanjutnya dikembangkan oleh Wahana Visi Indonesia, bagi para petani di Kecamatan Ilebura, Titehena, Demong Pagong dan kecamatan lainya merupakan sebuah gerakan Profetis dari petani untuk memuliahkan diri mereka.
Melalui strategi Pemasaran Bersama, para petani belajar mentransformasi dirinya untuk melihat skala pengembangan pertanian  sesuai dengan standard Mutu, Volume, kontinuitas, Networking serta penerapan Teknologi Tepat Guna. Hasil komoditi bukan hanya sekedar menjual dan mendapatkan sekian rupiah tetapi Pemasaran Bersama ( PB ) menjadi strategi transformasi bagi petani, Pedagang, Gereja, Lembaga Pendidikan dan Pemerintah serta LSM-LSM. Dari cara sederhana ini, menurut Silvester, Kepala BP3K Kecamatan Ilebura, para petani sudah memulai sebuah gerakan sosial.

Gapoktan sebagai gerakan Sosial.
Gabungan Kelompok Tani hendaknya menjadi wadah untuk menata gerakan-gerakan sosial ini. Untuk itu Gapoktan se Kecamatan Ilebura terus berupaya merajut kesatuan daya untuk memperjuangan harkat dan martabat petani. Meskipun ada dampingan dari banyak pihak, Gapoktan harus terus mengasah dirinya untuk menjadi wadah yang mandiri, independen dan berorientasi luas serta berpikir strategis.
Gerakan ini hendaknya menginspirasi generasi mudah khususnya para sarjana yang berorientasi PNS atau kerja di kantor untuk menterjemahkan Tri Dharma perguruan Tinggi. Gerakan ini SEHARUSNYA menggetarkan mental para PNS di jajaran Birokrasi Pemerintahan  untuk tidak sekedar mengejar Surat Perintah Perjalanan Dinas ( SPPD) saat melakukan pendampingan bagi para petani atau saat dikejar oleh Dewan untuk secepatnya “menghabisi anggaran” agar performance keuangan daerah tidak buruk.

Totalitas Panggilan.
Melibatkan diri dalam strategi penguatan petani melalui Gapoktan serentak menuntut kesadaran pengabdian yang total. Para pengurus Gapoktan hendaknya sadar bahwa ia dipanggil untuk menjadi jembatan agar darinya proses transformasi panggilan profetis ini berdaya. Totalitas pengabdian artinya terus berupaya untuk mengembangkan pertanian bukan hanya dari satu aspek tetapi dari semua aspek dan kesemuanya itu dibingkai dalam sebuah bingkai yang holistik (menyeluruh).

Terus Belajar.
Potensi yang sangat banyak hanya bisa dikembangkan ketika orang mau terus belajar. Para petani belajar mengelola lahan pertanian, Gereja belajar cara-cara tepat  dalam menyampaikan pesan-pesan profetis, Pemerintah belajar bagaimana alokasi dana yang membawa dampak Transformasi bukan koruptif. Lembaga pendidikan belajar bagaiman mulok menjadi media transformasi bagi peserta didik untuk menjadi wirausahawan muda bukan generesi bermental Deker dan Celana umpan peluru atau kaki botol.
Gapoktan Orin Bele Desa Birawan melalui  Pemerintah Desa Birawan telah mengalokasi dana Rp. 15 juta bagi pengembangan kapasitas petani termasuk strategi penguatan Mulok bersama SMPK Ilebura. Melalui Strategi pembangunan desa yang Terintegrasi, Sinergis dan berdaya lanjut, Gapoktan hadir untuk membantu menterjemahkan Visi Misi Desa Birawan.
Konteks terus belajar adalah berani berpikir di luar kebiasaan-kebiasaan lama, merancang gagasan –gagasan baru dan berani mengambil langkah-langkah transformasi. Hanya dengan cara ini  maka Petani dapat belajar memuliahkan dirinya dan pemerintahan dapat mengarahkan pembangunan yang berdaya transformasi menuju martabat kemanusiaan.

TARIAN PETANI, APAKAH MENJADI TEMA HUT RI 2015?
Tahun ini Kecamatan Ilebura telah memulai kampanye  dan Gerakan pemberdayaan melalui Program Satu Pintu. Strategi Pemasaran Bersama yang dimainkan oleh Gapoktan menjadi agenda utama dalam pemberdayaan petani. Namun sayang semua gerakan ini tidak dapat dibingkai dalam sebuah tema untuk HUT RI tahun 2015 ini. Seharusnya ada tema untuk refleksi kolektif-solidaritas agar menjadi wadah tranformasi.


Tulisan ini adalah refleksi Pribadi penulis saat mengikuti Pelatihan Olahan Mutu dan Pemasarean Bersama  bagi  gapoktan se-kecamatan Ilebura dan Wulanggitang di Hotel Pelita Maumere, 18-20 Juni 2015. Difasilitasi oleh Wahana Visi Indonesia.

URAN, Faby Bolly
Sekretaris  Gapoktan Orin Bele Birawan


MENANTI PARA PENATALAYAN DEMOKRASI

  Geliat   Perayaan demokrasi, Pemilu serentak tahun 2024 semakin kuat.   Setiap tahapan telah dan sedang dikerjakan oleh KPU RI dan jajaran...