Senin, 04 Mei 2015

ORIN BELE SIMBOLISASI KEKUATAN SWASEMBADA PANGAN

Desa Birawan, Kecamatan Ilebura  Kabupaten  Flores Timur sedang bergeliat mengekspresikan dirinya menuju Desa Mandiri.
Perjalanan  tata kelola desa ini adalah seni merangkai penuturan warisan sosial budaya dan kemelekan atas perkembangan jaman. Perubahaan terus terjadi dan setiap insan peradaban kemanusiaan dan budaya dipanggil untuk mengekspresikan dirinya dalam totalitas kesatuan Sosial Budaya.

Gapoktan ( gabungan Kelompok Tani ) Orin Bele Desa Birawan hadir sebagai bagian dari ketepangglan ini. Di awal perjalanannya, pada edisi  awal Blog ini, kami menurunkan artikel tentang makna  Gapoktan Orin Bele. Tulisan ini adalah hasil refleksi dari Dewan Penasehat Gapoktan Birawan,  Paulus Senggo Hokeng, S. Fil.

Selamat membaca.





 ORIN  BELE  SIMBOLISASI KEKUATAN
 SWASEMBADA PANGAN

Orin adalah rumah kecil dengan bentuk khusus tempat menyimpan semua hasil tanaman   dari  ladang atau kebun para petani. Hasil ladang itu bisa berupa padi, jagung, kacang-kacangan sorgun, jewawut, dan jenis singkong yang telah diolah menjadi gaplek. Umumnya Orin selalu dibuat dalam bentuk rumah panggung dengan tangganya yang terbuat dari bambu bulat. Sebagaimana belahan bambu mampu mengahantar air dari  ketinggian sumber air ke dataran kering untuk memberikan kehidupan, demikian bambu bulat menjadi tangga cinta yang menghantar dan membawa manusia kepada kehidupan. Melalui tangga para petani mengantar hasil olah tanahnya untuk disimpan dalam Orin dan melalui tangga yang sama para petani membawa hasil tanamannya untuk memberikan kehidupan baik untuk anggota keluarga dan juga untuk kebutuhan lain yang lebih bernuansa sosial budaya.
Bahan dasar untuk mendirikan Orin biasa diambil dari jenis kayu lokal yang kuat dan keras seperti Kukung, Kepapa Kenila dan Kena’a. Jenis kayu keras ini  simbol kekuatan seorang beriman dalam pengharapan serta keteguhan komitmen insan budaya dalam menunda dan mempertahankan hidupnya dan hidup sesamanya. Tiang-tiangnya dipahat dengan ukiran  yang indah,  memperlihatkan tentang betapa kayanya kreativitas seni yang otentik dari masyarakat. Ukiran indah yang dipahat pada kayu keras sesungguhnya mengejahwantahkan bahwa masyarakat  bangga dengan menjadi petani. Seni  menjadi unsur penting yang menciptakan keceriaan dan kedamaian dalam kerja sebagai petani dan hidup sebagai petani. Dindingnya terbuat dari bambu dan atapnya dari alang-alang. Bambu dan alang-alang simbol kesejukan yang menjanjikan kehidupan. Ini sebuah gambaran tetap dari cinta yang mengalir untuk  memberikan kehidupan dan kebahagiaan bagi semua yang mendapat jamahan dan sentuhan. Bentuk Orin  dengan bubungan  kecil sehingga atapnya berbentuk huruf V terbalik  menampilkan gambar segi tiga pada masing-masing sisi. Gambaran ini melambangkan kekuatan cinta  yang menghidupkan. Melihat Orin berarti ada harapan hidup. Membangun Orin sesungguhnya berarti ada niat untuk hidup secara bermartabat dan perlahan mematikan  budaya  menanti  sumbangan.
Bele lebih dimaknai sebagai sumber  kesanggupan dan kekayaan utama. Bele sebagai sebuah potensi bisa dipahami secara ganda tetapi memiliki relasi timbalbalik yang bersifat mutualisme. Pada satu pihak Bele menjadi sumber kesanggupan dan kekayaan yang memungkinkan  munculnya kesanggupan dan kekayaan baru yang lain. Di pihak lain, kesanggupan dan kekayaan baru yang kecil yang potensial bila dipadukan dalam satu semangat berkolaborasi akan menjadi satu kekuatan utama yang handal. Dalam konteks kehidupan bersama dalam masyarakat sebagai sebuah komunitas, mesti ada sumber kekuatan dan kekayaan utama selain sumber kekuatan dan kekayaan perorangan. Dan sebagai petani kekuatan utama dalam membangun swasembada pangan adalah hasil pertanian.
Untuk konteks pemberdayaan, Bele juga merupakan sebuah motivasi dan harapan. Poktan dan Gapoktan harus dari waktu ke waktu menjadi lebih besar dan lebih bervariatif dalam memperdayakan masyarakat  petanian serta membangun kemitraan dengan semua pihak termasuk lembaga pendidikan dan  kaum muda.  Gapoktan diharapkan akan menjadi wadah yang berkualitas yang membuat petani yang tergabung dalam Poktan menjadi sungguh-sungguh petani sepanjang tahun dan bukan petani musiman. Melalui wadah ini petani akan termotivasi untuk membangun hidup keluarga  dan menyiapkan masa depan anak secara lebih bertanggung jawab. Selanjutnya Gapoktan pada masa mendatang harus juga mampu menciptakan ruang bagi kelompok Muda-Remaja untuk berwirusaha dan menjadi generasi mandiri.
Bertolak dari pemahaman di atas Orin Bele memiliki makna filosofi yang sangat istimewah yakni Simbol Kekuatan Swasembada Pangan. Orin Bele menjadi Sumber Utama Yang Menghidupkan dan menjawabi semua  kebutuhan masyarakat budaya dan masyarakat beriman. Isi Orin Bele akan menjawabi kebutuhan masyarakat dalam banyak bidang, seperti ekonomi, agama, pendidikan, kesehatan, dan sosial budaya.
Desa Birawan sebagai satu komunitas budaya memiliki dalam dirinya sekian banyak kekuatan kecil yang bisa memungkinkan setiap orang atau kelompok mensiasati strategi menunda kekalahan dalam banyak aspek kehidupan. Kekuatan-kekatan kecil (Poktan)yang bersifat vital ini kemudian dipadukan menjadi satu kekuatan utama yang lebih besar yakni Gapoktan. Gapoktan Desa Birawan yang merupakan perpaduan dari dua belas poktan ini diharapkan kedepan menjadi Sumber Utama yang menjawabi sekian banyak kebutuhan masyarakat yang berkecimpung di Desa Birawan. 


** Paulus Senggo Hokeng, S.Fil
 Dewan Penasehat Gapoktan Orin Bele










MENANTI PARA PENATALAYAN DEMOKRASI

  Geliat   Perayaan demokrasi, Pemilu serentak tahun 2024 semakin kuat.   Setiap tahapan telah dan sedang dikerjakan oleh KPU RI dan jajaran...