Jumat, 21 Agustus 2015

PROGRAM INISTIATIF TRANSFORMATIF "MULOK TERINTEGRASI"



Tahun 2015 Desa Birawan mengalokasikan dana Rp. 15 juta untuk penguatan Kapasitas Gapoktan Orin Bele. Dari sekian  dana ini, sebagainnya dialokasikan untuk Pengembangan Usaha yakni : Teknologi Tepat Guna Kacip Mente dan Budidaya Ternak. Kegiatan lain yang sudah dilakukan adalah Pementasan Malam Budaya dengan Tema Birawan Menuju Swasembada Pangan.

Alokasi dana ini berawal dari sebuah kajian yang tertuang dalam konsep paper. Rencana pada tanggal 02 September 2015 akan dilakukan kegiatan Seminar Peluncuran Program Mulok Terintegrasi di halaman SMPK Ilebura. 
Bagi warga Ilebura dan alumni/ alumnus SMPK Ilebura bisa hadir atau dapat berkontribusi. Bentuknya terserah.  Semoga artikel yang kami turunkan ini dapat menginspirasi anda dan harapan ada masukan dari para pembaca. Selamat Membaca.



STRATEGI PENGUATAN MUATAN LOKAL YANG TERINTEGRASI DAN SINERGIS ANTARA SMPK ILEBURA DAN PEMERINTAHAN DESA BIRAWAN DALAM KEGIATAN PELATIHAN PENGOLAHAN KACANG MENTE DAN TERNAK BABI
(sebuah upaya Strategis Program Gapoktan Orin Bele  Peningkatan Kualitas  Pemasaran Bersama Komoditi Petani  
dan Semangat Enterpeneurship bagi Remaja)


. Pendahuluan
Pendidikan adalah Proses menghantar anak dari ketidaktahuan menuju sebuah pemahaman akan hidup dan nilai-nilai kehidupan. Proses menghantar adalah seni menawarkan anak-anak tentang aneka pilihan hidup dengan nilai-nilai kehidupan.  Melaluinya anak-anak belajar untuk memiliki tujuan hidup yang jelas, mempunyai gambaran yang jelas bahwa pada tahun sekian ia akan berbuat sesuatu bukan sekedar berkutat  pada cita-cita ingin jadi apa tetapi “ akan menjadi apa dan berbuat apa pada tahun sekian.
Muatan lokal merupakan jembatan  strategis untuk menterjemahkan  arah dan mimpi anak-anak dalam meretas masa depan mereka. Melalui  managemen muatan lokal yang  terintegrasi dan sinergis,  anak-anak belajar memahami tentang siap dirinya dalam konteks sosial budaya lokal,  potensi-potensi lokal yang  darinya dapat ia kembangkan menjadi  sebuah media pembelajaran untuk  keterlibatannya dalam tata kelola pemerintahan dan kemasyarakatan. Dalam bahasa H.A. R  Tilaar disebut sebagai  civil society atau masyarakat madani. Dikatakan bahwa “ suatu masyarakat madani adalah suatu masyarakat di mana setiap anggotanya adalah manusia yang bebas dari ketakuatan, bebas berekspresi, bebas untuk menentukan arah kehidupannya di dalam wadah persatuan dan kesatuan sosial” ( H. A. Tilaar. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional.1998, hal.25). dan ini hanya dapat dicapai melalui pendidikan.
Lembaga Pendidikan SMPK Ilebura sebagai warisan dari tokoh Pendidik,  Almarhum Pater Lamen Uran, SVD telah membuktikan dirinya dalam hitungan sejarah sebagai lembaga pendidik yang menyumbang kemajuan masyarakat, bangsa dan negara bahkan juga bagi dunia dalam sosok Pater Markus Solo Kewuta, SVD.  SMPK Ilebura dalah potret kekuatan Masyarakat Madani, yang bergerak dalam keterbatasan sebagaimana spirit kaul kemiskinan, terus belajar memberi yang terbaik bagi masyarakat, bangsa dan Gereja. Sejarah perjalanan Lembaga ini semestinya dipotret lebih luas bagi pemangku kebijakan untuk menaruh perhatian lebih agar lembaga ini terus bertumbuh dalam segala aspek demi kemajuan pembangunan Bangsa, Gereja dan Lewotana.
            Untuk itu, pendekatan penguatan muatan lokal di lembaga ini merupakan sebuah keterpanggilan untuk menjawab sasaran pembangunan   menuju masyarakat madani yang mandiri.
2.Permasalahan
Sebagai sebuah jembatan yang strategis, muatan lokal belum dikembangankan menjadi sebuah metode pembelajaran yang menggairahkan anak-anak untuk mempunyai wawasan berwirausaha. Banyak potensi wilayah yang belum disadari oleh generasi mudah sebagai sebuah warisan yang sangat kaya akan nilai, baik dari segi filosofi, sosial budaya juga secara ekonomis. Dalam penjabaran, muatan lokal umumnya hanya dilakukan sekedar memenuhi tuntuan kurikulum saja tetapi sangat jauh dari sebuah rancangan strategis, terintegrasi serta sinergis dengan semuah pihak. Muatan lokal hanya menjadi sebuah pembelajaran di sekolah dan bukan sebagai sebuah wadah darinya anak-anak belajar menggali dan mengembangkan potensi di wilayah mereka.
Akibat dari ini adalah banyak anak setelah tamat SMP atau SMA tidak mempunyai keterampilan dan akhirnya umumnya lebih memilih bekerja di luar negeri ( Malaysia) sebagai TKI yang umumya  TKI Ilegal.
Dari Aspek pengembangan wilayah Kecamatan Ilebura dalam sektor ekonomi, tantangan yang dihadapkan adalah meningkatkan kualitas produk dan nilai tambah dari komoditi mente. Satu sasaran yang ingin dicapai melalui program pemasaran bersama komoditi petani yakni mente adalah pengolahan mente gelondongan  menjadi kacang mente. Untuk itu diperlukan pendekatan yang strategis yakni membangun kerjasama dengan sekolah untuk pengembangan peralatan pengolahan kacip mente sekaligus melatih para siswa untuk memiliki keterampilan dalam pengolahan mente gelondongan.
Lemahnya rancangan implementasi Mulok di sekolah-sekolah disebabkan oleh beberapa hal yakni :
1)      Rendahnya kreativitas pihak sekolah  dalam merancang mulok
2)      Tidak adanya design kerja yang terintegrasi dengan pihak komite, masyarakat dan pemerintah
3)      Kurang atau tidak ada alokasi dana untuk pengembangan muatan lokal
3.Konsep Wirausaha sebagai Jawaban Mulok
Menyadari pentingnya mulok sebagai media  link dan match penggalian dan pengembangan potensi lokal maka  perlu dibangun program kerjasama yang terintegrasi antara pihak sekolah, komite, Yayasan, pemerintah dan masyarakat.
Tujuan.
3.1. Bagi Siswa
1)      Membangun pemahaman dan kesadaran generasi mudah tentang peluang-peluang usaha melalui pengembangan potensi lokal
2)      Menumbuhkan minat penelitian dalam diri anak sejak usia dini
3)      Menjadi jembatan dalam menterjemahkan nilai pendidikan muatan lokal dengan potensi wilayah
4)      Menumbuhkan semangat enterpreneurship sejak usia remaja.
5)      Memiliki ketrampilan – keterampilan teknis
3.2. Bagi Sekolah
1)      Sebagai usaha untuk menumbuhkan semangat kemandirian sekolah-sekolah swasta dalam mencari sumber dana bagi pengembangan kapasitas sekolah
2)      Menjadi sebuah laboratorium pembelajaran bagi masyarakat luas
3.3. Bagi Masyarakat dan Pemerintah
1)      Membantu masyarakat dengan menyiapkan keterampilan khusus bagi anak-anak  sehingga tidak menjadi beban di masyarakat sebagai generasi penganggur tanpa keterampilan.
2)      Untuk mendukung strategi pemasaran bersama komoditi mente di wilayah kecamatan Ilebura yakni keungulan dalam penjualan Kacang Mente.
4. Mulok  Sebagai Media Penelitian
Upaya mengembangkan Mulok yang berkualitas menuntut  adanya ruang untuk penelitian dan pengembangan. Mulok bukan sekedar pelajaran atau keterampilan saja tetapi sebagai sarana untuk pengembangan kreativitas melalui sebuah upaya penelitian kecil. Melalui pengembangan minat yang dipilih, setiap anak yang terlibat wajib melakukan pengamatan atas keseluruhan proses yang dilakukan.  Dengan demilkian upaya menumbuhkan minat membaca dan menulis pada anak dapat dikembangakan secara tersitimatis di mana setiap anak yang terlibat, wajib menghasilkan sebuah karya tulis dari hasil pengamatan. Sebuah karya tulis yang disusun dari potongan-potongan catatan harian mereka atas keseluruhan proses. Dalam draft rancangan RKPD 2016 Kabupaten Flores Timur, pada skala Prioritas BIDANG KEBUDAYAAN, KREATIVITAS, DAN INOVASI TEKNOLOGI, Sasaran yang ingin dicapai adalah Meningkatnya upaya pengembangan perpustakaan dan budaya gemar membaca dan menulis” ( Dokumen Konsultasi Publik RKPD Kabupaten Flores Timur,  Larantuka,  27 Januari 2015). Melalui managemen pendidikan muatan lokal yang terintgrasi dan sinergis, diharapkan sasaran pembangunan ini dapat dicapai.

5. Aspek Keberlanjutan
1)      Sebagai sebuah lembaga swasta, Lembaga pendidikan ini harus terus belajar mengembangkan dirinya menuju kemandirian. Bahwa ada bantuan bagi Lembaga Pendidikan dari pihak pemerintah, pihak swasta meskipun masih terbatas namun tidak berarti lembaga pendidikan ini tidak mempersiapkan dirinya dan belajar untuk menjadi mandiri termasuk dalam aspek  pendanaan untuk beberapa bidang kegiatan.
2)      Melalui pengembangan wirausahawan mudah, para peserta didik dibekali dengan keterampialn-keterampilan untuk dapat mandiri mengembangkan usaha setelah tamat sekolah.
3)      Bagi pengembangan pemasaran bersama, melalui pelatihan pengembangan peralatan pengolahan mente gelondongan,  didapatkan peralatan yang sesuai dengan kebutuhan wilayah
4)      Selain peralatan, generasi mudah dibekali keterampilan dalam mengolah kacang mente sehingga komoditi ini memiliki nilai jual yang lebih tinggi
5)      Munculnya jenis pelatihan-pelatihan dan pengembangan baru berbasis potensi lokal.
5.1. Bagi sekolah:
1)      Adanya program OSIS  yang berwawaskan enterpreneurship.
2)      Sebagai sumber pendapatan untuk mendukung kegiatan pengembangan minat dan kreativitas sekolah.
5.2. Bagi Pengembangan Wilayah Kecamatan
Wacana yang sedang berkembang saat ini di wilayah kecamatan Ilebura adalah kehadiran SMK. Untuk menyiapkan berdirinya sekolah kejuruan ini, mestinya diletakan fondasi yang kuat yakni persiapan para siswa SLTP sehingga ketika tamat SLTP mereka telah mempunyai orientasi yang jelas. Berawal dari management muatan lokal yang terintegrasi dalam program pengembangan enterpreneurship para siswa dibekali keterampilan dan mempunyai wawasan yang jelas tentang arah dan sasaran yang hendak ia buat di tahun sekian. Dengan demikian, program-program enterpreurship yang dikemas dalam muatan lokal  merupakan tahap awal dan persiapan bagi siswa SLTP untuk melanjutkan di sekolah-sekolah sesuai dengan minat dan bakatnya.
Melalui rancangan mulok yang sistimatis, kerja team yang mandiri, diharapkan kehadiran SMK menjadi jawaban untuk pengembangan keberlanjutan dari program di tingkat SLTP sehingga arah pendidikan tidak putus tetapi berkelanjutan dan sasaran yang hendak dicapai pun dapat diukur.
6. Design Kegiatan
6.1. Sasaran : Siswa SMPK Kelas I dan II SMPK ILEBURA
6.2. Waktu Kegiatan : 02 September 2015
6.3. Strategi : Terintegrasi dalam pelajaran Mulok
6.4. Metode : Aktivitas, Penelitian dan Karya Tulis
6.5. Jenis Kegiatan : Pembuatan Peralatan Kacip Mente, Pengolahan Kacang Mente dan   Kripik Kacang Mente serta Ternak Babi

7. Team Kerja :
Pelindung                     : Kepala Desa Birawan dan Kepala SMPK Ilebura
Penangung Jawab        : Ketua Gapoktan
Pendamping Siswa       : Guru Mulok
Fasilitator                     :  TTG  Kacip Mente : Vinsensius Todo Muda, Ternak Babi : BP3K Kecamatan Ilebura
7. Anggaran dana         : Terlampir
8. Penutup.
Konsep paper ini dibuat sebagai sebuah masukan bagi para stakeholders untuk melihat arah pembangunan yang terintgrasi dalam semua sektor. Kegelisahan akan nasib dunia pendidikan  yang kurang menekankan pengembangan potensi lokal kiranya menjadi kegelisahan semua pihak sehingga perlu ditempuh cara-cara baru yakni managemen pendidikan muatan lokal yang berbasis pada pengembangan potensi lokal dan pembangunan yang terintegrasi dan sinergis.

Disusun oleh Tim Gapoktan
Uran, Fabianus
Sekretaris Gapoktan Orin Bele
HP. 081 387 349 523


MENANTI PARA PENATALAYAN DEMOKRASI

  Geliat   Perayaan demokrasi, Pemilu serentak tahun 2024 semakin kuat.   Setiap tahapan telah dan sedang dikerjakan oleh KPU RI dan jajaran...