Tahun 2015 Desa Birawan mengalokasikan dana Rp. 15 juta untuk penguatan Kapasitas Gapoktan Orin Bele. Dari sekian dana ini, sebagainnya dialokasikan untuk Pengembangan Usaha yakni : Teknologi Tepat Guna Kacip Mente dan Budidaya Ternak. Kegiatan lain yang sudah dilakukan adalah Pementasan Malam Budaya dengan Tema Birawan Menuju Swasembada Pangan.
Alokasi dana ini berawal dari sebuah kajian yang tertuang dalam konsep paper. Rencana pada tanggal 02 September 2015 akan dilakukan kegiatan Seminar Peluncuran Program Mulok Terintegrasi di halaman SMPK Ilebura.
Bagi warga Ilebura dan alumni/ alumnus SMPK Ilebura bisa hadir atau dapat berkontribusi. Bentuknya terserah. Semoga artikel yang kami turunkan ini dapat menginspirasi anda dan harapan ada masukan dari para pembaca. Selamat Membaca.
STRATEGI
PENGUATAN MUATAN LOKAL YANG TERINTEGRASI DAN SINERGIS ANTARA SMPK ILEBURA DAN
PEMERINTAHAN DESA BIRAWAN DALAM KEGIATAN PELATIHAN PENGOLAHAN KACANG MENTE DAN
TERNAK BABI
(sebuah upaya Strategis Program Gapoktan
Orin Bele Peningkatan Kualitas Pemasaran Bersama Komoditi Petani
dan Semangat Enterpeneurship bagi Remaja)
.
Pendahuluan
Pendidikan
adalah Proses menghantar anak dari ketidaktahuan menuju sebuah pemahaman akan
hidup dan nilai-nilai kehidupan. Proses menghantar adalah seni menawarkan
anak-anak tentang aneka pilihan hidup dengan nilai-nilai kehidupan. Melaluinya anak-anak belajar untuk memiliki
tujuan hidup yang jelas, mempunyai gambaran yang jelas bahwa pada tahun sekian
ia akan berbuat sesuatu bukan sekedar berkutat pada
cita-cita ingin jadi apa tetapi “ akan menjadi apa dan berbuat apa pada tahun
sekian.
Muatan lokal
merupakan jembatan strategis untuk
menterjemahkan arah dan mimpi anak-anak
dalam meretas masa depan mereka. Melalui
managemen muatan lokal yang
terintegrasi dan sinergis, anak-anak belajar
memahami tentang siap dirinya dalam konteks sosial budaya lokal, potensi-potensi lokal yang darinya dapat ia kembangkan menjadi sebuah media pembelajaran untuk keterlibatannya dalam tata kelola pemerintahan
dan kemasyarakatan. Dalam bahasa H.A. R Tilaar disebut
sebagai civil society atau masyarakat
madani. Dikatakan bahwa “ suatu
masyarakat madani adalah suatu masyarakat di mana setiap anggotanya adalah
manusia yang bebas dari ketakuatan, bebas berekspresi, bebas untuk menentukan
arah kehidupannya di dalam wadah persatuan dan kesatuan sosial” ( H. A.
Tilaar. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional.1998, hal.25). dan ini
hanya dapat dicapai melalui pendidikan.
Lembaga
Pendidikan SMPK Ilebura sebagai warisan dari tokoh Pendidik, Almarhum
Pater Lamen Uran, SVD telah membuktikan dirinya dalam hitungan sejarah sebagai
lembaga pendidik yang menyumbang kemajuan masyarakat, bangsa dan negara bahkan
juga bagi dunia dalam sosok Pater Markus Solo Kewuta, SVD. SMPK Ilebura dalah potret kekuatan Masyarakat
Madani, yang bergerak dalam keterbatasan sebagaimana spirit kaul kemiskinan,
terus belajar memberi yang terbaik bagi masyarakat, bangsa dan Gereja. Sejarah
perjalanan Lembaga ini semestinya dipotret lebih luas bagi pemangku kebijakan
untuk menaruh perhatian lebih agar lembaga ini terus bertumbuh dalam segala
aspek demi kemajuan pembangunan Bangsa, Gereja dan Lewotana.
Untuk
itu, pendekatan penguatan muatan lokal di lembaga ini merupakan sebuah
keterpanggilan untuk menjawab sasaran pembangunan menuju masyarakat madani yang mandiri.
2.Permasalahan
Sebagai
sebuah jembatan yang strategis, muatan lokal belum dikembangankan menjadi sebuah
metode pembelajaran yang menggairahkan anak-anak untuk mempunyai wawasan
berwirausaha. Banyak potensi wilayah yang belum disadari oleh generasi mudah
sebagai sebuah warisan yang sangat kaya akan nilai, baik dari segi filosofi,
sosial budaya juga secara ekonomis. Dalam penjabaran, muatan lokal umumnya hanya dilakukan
sekedar memenuhi tuntuan kurikulum saja tetapi sangat jauh dari sebuah
rancangan strategis, terintegrasi serta sinergis dengan semuah pihak. Muatan
lokal hanya menjadi sebuah pembelajaran di sekolah dan bukan sebagai sebuah wadah
darinya anak-anak belajar menggali dan mengembangkan potensi di wilayah mereka.
Akibat dari
ini adalah banyak anak setelah tamat SMP atau SMA tidak mempunyai keterampilan
dan akhirnya umumnya lebih memilih bekerja di luar negeri ( Malaysia) sebagai TKI yang
umumya TKI Ilegal.
Dari Aspek pengembangan
wilayah Kecamatan Ilebura dalam sektor ekonomi, tantangan yang dihadapkan
adalah meningkatkan kualitas produk dan nilai tambah dari komoditi mente. Satu
sasaran yang ingin dicapai melalui program pemasaran bersama komoditi petani
yakni mente adalah pengolahan mente gelondongan
menjadi kacang mente. Untuk itu diperlukan pendekatan yang strategis
yakni membangun kerjasama dengan sekolah untuk pengembangan peralatan pengolahan kacip
mente sekaligus melatih para siswa untuk memiliki keterampilan dalam pengolahan
mente gelondongan.
Lemahnya
rancangan implementasi Mulok di sekolah-sekolah disebabkan oleh beberapa hal
yakni :
1)
Rendahnya
kreativitas pihak sekolah dalam
merancang mulok
2)
Tidak
adanya design kerja yang terintegrasi dengan pihak komite, masyarakat dan
pemerintah
3)
Kurang
atau tidak ada alokasi dana untuk pengembangan muatan lokal
3.Konsep
Wirausaha
sebagai Jawaban Mulok
Menyadari
pentingnya mulok sebagai media link dan match penggalian dan
pengembangan potensi lokal maka perlu
dibangun program kerjasama yang terintegrasi antara pihak sekolah, komite,
Yayasan, pemerintah
dan masyarakat.
Tujuan.
3.1. Bagi Siswa
1)
Membangun
pemahaman dan kesadaran generasi mudah tentang peluang-peluang usaha melalui
pengembangan potensi lokal
2)
Menumbuhkan
minat penelitian dalam diri anak sejak usia dini
3)
Menjadi
jembatan dalam menterjemahkan nilai pendidikan muatan lokal dengan potensi
wilayah
4)
Menumbuhkan
semangat enterpreneurship sejak usia remaja.
5)
Memiliki
ketrampilan – keterampilan
teknis
3.2. Bagi Sekolah
1)
Sebagai
usaha untuk menumbuhkan semangat kemandirian sekolah-sekolah swasta dalam
mencari sumber dana bagi pengembangan kapasitas sekolah
2)
Menjadi
sebuah laboratorium pembelajaran bagi masyarakat luas
3.3. Bagi Masyarakat dan
Pemerintah
1)
Membantu
masyarakat dengan menyiapkan keterampilan khusus bagi anak-anak sehingga tidak menjadi beban di masyarakat
sebagai generasi penganggur tanpa keterampilan.
2)
Untuk
mendukung strategi pemasaran bersama komoditi mente di wilayah kecamatan
Ilebura yakni keungulan
dalam penjualan Kacang Mente.
4. Mulok Sebagai Media Penelitian
Upaya
mengembangkan Mulok yang berkualitas menuntut
adanya ruang untuk penelitian dan pengembangan. Mulok bukan sekedar
pelajaran atau keterampilan saja tetapi sebagai sarana untuk pengembangan
kreativitas melalui sebuah upaya penelitian kecil. Melalui pengembangan minat
yang dipilih, setiap anak yang terlibat wajib melakukan pengamatan atas
keseluruhan proses yang dilakukan.
Dengan demilkian upaya menumbuhkan minat membaca dan menulis pada anak
dapat dikembangakan secara tersitimatis di mana setiap anak yang terlibat,
wajib menghasilkan sebuah karya tulis dari hasil pengamatan. Sebuah karya tulis
yang disusun dari potongan-potongan catatan harian mereka atas keseluruhan
proses. Dalam draft rancangan RKPD 2016
Kabupaten
Flores Timur, pada skala Prioritas BIDANG
KEBUDAYAAN, KREATIVITAS, DAN INOVASI TEKNOLOGI, Sasaran yang ingin dicapai
adalah “ Meningkatnya upaya pengembangan
perpustakaan dan budaya gemar membaca dan menulis” ( Dokumen Konsultasi Publik RKPD Kabupaten Flores Timur,
Larantuka, 27 Januari 2015). Melalui managemen
pendidikan muatan lokal yang terintgrasi dan sinergis, diharapkan sasaran
pembangunan ini dapat dicapai.
5. Aspek Keberlanjutan
1)
Sebagai
sebuah lembaga swasta, Lembaga pendidikan ini harus terus belajar mengembangkan
dirinya menuju kemandirian. Bahwa ada bantuan bagi Lembaga Pendidikan dari
pihak pemerintah, pihak swasta meskipun masih terbatas namun tidak berarti
lembaga pendidikan ini tidak mempersiapkan dirinya dan belajar untuk menjadi
mandiri termasuk dalam aspek pendanaan untuk beberapa bidang kegiatan.
2)
Melalui
pengembangan wirausahawan mudah, para peserta didik dibekali dengan
keterampialn-keterampilan untuk dapat mandiri mengembangkan usaha setelah tamat
sekolah.
3)
Bagi
pengembangan pemasaran bersama, melalui pelatihan pengembangan peralatan
pengolahan mente gelondongan, didapatkan
peralatan yang sesuai dengan kebutuhan wilayah
4)
Selain
peralatan, generasi mudah dibekali keterampilan dalam mengolah kacang mente
sehingga komoditi ini memiliki nilai jual yang lebih tinggi
5)
Munculnya
jenis pelatihan-pelatihan dan pengembangan baru berbasis potensi lokal.
5.1. Bagi sekolah:
1)
Adanya
program OSIS yang berwawaskan
enterpreneurship.
2)
Sebagai
sumber pendapatan untuk mendukung kegiatan pengembangan minat dan kreativitas
sekolah.
5.2. Bagi Pengembangan Wilayah
Kecamatan
Wacana yang
sedang berkembang saat ini di wilayah kecamatan Ilebura adalah kehadiran SMK.
Untuk menyiapkan berdirinya sekolah kejuruan ini, mestinya diletakan fondasi
yang kuat yakni persiapan para siswa SLTP sehingga ketika tamat SLTP mereka
telah mempunyai orientasi yang jelas. Berawal dari management muatan lokal yang
terintegrasi dalam program pengembangan enterpreneurship para siswa dibekali
keterampilan dan mempunyai wawasan yang jelas tentang arah dan sasaran yang
hendak ia buat di tahun sekian. Dengan demikian, program-program enterpreurship
yang dikemas dalam muatan lokal
merupakan tahap awal dan persiapan bagi siswa SLTP untuk melanjutkan di
sekolah-sekolah sesuai dengan minat dan bakatnya.
Melalui
rancangan mulok yang sistimatis, kerja team yang mandiri, diharapkan kehadiran
SMK menjadi jawaban untuk pengembangan keberlanjutan dari program di tingkat
SLTP sehingga arah pendidikan tidak putus tetapi berkelanjutan dan sasaran yang
hendak dicapai pun dapat diukur.
6. Design Kegiatan
6.1.
Sasaran : Siswa SMPK Kelas I dan II SMPK ILEBURA
6.2.
Waktu Kegiatan : 02 September 2015
6.3.
Strategi : Terintegrasi dalam pelajaran Mulok
6.4.
Metode : Aktivitas, Penelitian dan Karya Tulis
6.5.
Jenis Kegiatan : Pembuatan Peralatan Kacip Mente, Pengolahan Kacang Mente dan Kripik
Kacang Mente serta Ternak Babi
7. Team Kerja :
Pelindung :
Kepala Desa Birawan dan Kepala SMPK Ilebura
Penangung Jawab : Ketua Gapoktan
Pendamping Siswa : Guru Mulok
Fasilitator : TTG
Kacip Mente : Vinsensius Todo Muda, Ternak Babi : BP3K Kecamatan Ilebura
7. Anggaran dana : Terlampir
8. Penutup.
Konsep paper
ini dibuat sebagai sebuah masukan bagi para stakeholders untuk melihat arah
pembangunan yang terintgrasi dalam semua sektor. Kegelisahan akan nasib dunia
pendidikan yang kurang menekankan
pengembangan potensi lokal kiranya menjadi kegelisahan semua pihak sehingga
perlu ditempuh cara-cara baru yakni managemen pendidikan muatan lokal yang
berbasis pada pengembangan potensi lokal dan pembangunan yang terintegrasi dan
sinergis.
Disusun oleh Tim Gapoktan
Uran,
Fabianus
Sekretaris
Gapoktan Orin Bele
HP. 081 387 349 523